Begini Cara Menyiapkan Dana Darurat dengan Benar

Begini Cara Menyiapkan Dana Darurat dengan Benar

Dana darurat sama pentingnya seperti asuransi. Apalagi saat ini ekonomi dunia sedang mengalami masa-masa tidak menentu sehingga ada kemungkinan sangat berpengaruh terhadap ekonomi nasional. Dampak paling sederhana adalah terjadinya PHK karena efisiensi perusahaan.

Konsekuensinya kita pun harus siap jika ternyata terkena PHK. Dalam kondisi itulah dana darurat dibutuhkan. Meskipun saat ini ada banyak pilihan pinjaman tunai yang bisa digunakan untuk dana darurat, tetapi akan lebih bijak jika mempersiapkannya sejak dini.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyiapkan dana darurat dengan langkah-langkah yang sederhana.

Hitung berapa dana darurat yang dibutuhkan

Beberapa pakar keuangan memberikan gambaran bahwa dana darurat harus cukup setidaknya untuk 6 bulan sampai dengan 12 bulan mendatang. Namun, jangka waktu tersebut memang tetap disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing atau standar hidup masing-masing.

semakin tinggi standar hidupnya, akan semakin tinggi pula dana darurat yang dibutuhkan. Menghitung kebutuhan dana darurat secara sederhana sangat mudah. Bayangkan jika kamu kehilangan pekerjaan, maka dana darurat inilah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti membeli makan, bahan pokok, tagihan listrik dan lain-lain yang sifatnya sudah menjadi kebutuhan dasar.

Gunakan rekening terpisah untuk dana darurat

Seperti halnya tabungan, rekening dana darurat juga harus dipisahkan dengan dana lainnya. Jika digambarkan secara sederhana setidaknya ada tiga rekening terpisah yang harus dimiliki yaitu rekening untuk dana bulanan sehari-hari, rekening tabungan, dan rekening untuk menyimpan atau menabung dana darurat yang sewaktu-waktu dapat digunakan saat dibutuhkan.

Rekening dana darurat harus bersifat likuid atau mudah untuk dicairkan. Jangan menggunakan rekening deposito untuk rekening dana darurat. Rekening deposito hanya cocok untuk tabungan atau investasi. Sedangkan rekening dana darurat bisa berupa rekening biasa yang bisa diambil hanya saat dibutuhkan saja.

Tentukan persentase dana darurat dari tabungan

Persentase dana darurat yang dibutuhkan bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial. Cara sederhana, tentukan dahulu berapa dana darurat yang ditargetkan, kemudian sisihkan setiap bulan dari penghasilan untuk disetorkan ke rekening dana darurat.

Contoh jika dana darurat yang dibutuhkan adalah sebesar Rp18 juta sedangkan gaji sebesar Rp3 juta per bulan, maka setidaknya kamu bisa menyisihkan 10 persen pendapatan bulanan untuk disetorkan ke rekening dana darurat.

Dengan konsisten menyisihkan Rp300 ribu per bulan, maka kamu bisa menghimpun dana darurat sebesar Rp18 juta dalam waktu 3 tahun. Semakin cepat terkumpul akan semakin baik.

Sisihkan keuntungan lain untuk dana darurat

Mengumpulkan dana darurat yang paling bisa diandalkan saat ini adalah dari penghasilan bulanan. Tetapi, sebenarnya bisa juga menyisihkan keuntungan dari pekerjaan lain atau sampingan lain untuk dana darurat demi financial goal yang lebih besar.

Misalnya berkomitmen menyisihkan setengah dari pendapatan di luar penghasilan rutin untuk dana darurat. Dengan begitu target untuk mengumpulkan dana darurat menjadi lebih mudah tercapai dalam waktu yang lebih pendek.

Pinjaman tunai hanya untuk kondisi terpaksa

Pinjaman tunai boleh saja digunakan untuk kepentingan dana darurat tetapi harus ada batasan juga berapa banyak yang dibutuhkan dalam periode tertentu. Jangan sampai justru malah menjadi beban baru di saat kehilangan pekerjaan dan tidak memiliki dana darurat yang memadai.

Dana darurat juga penting untuk disiapkan saat kondisi tubuh tidak bisa memiliki kemampuan untuk mendapatkan uang sementara waktu. Terlebih lagi jika tidak memiliki asuransi kesehatan. Maka dari itu, pastikan untuk mulai menyisihkan tabungan untuk kepentingan dana darurat. Sementara pinjaman tunai harus menjadi opsi terakhir saat dibutuhkan.

Supaya lebih aman, pastikan juga untuk meminjam melalui fintech yang sudah terpercaya dan terdaftar di OJK. Misalnya saja seperti Kredivo yang telah terdaftar secara resmi dengan nomor registrasi S-236 / NB.213 / 2018.

Proses pendaftarannya juga sangat mudah. Unduh aplikasinya di Google Play Store atau App Store, kemudian ajukan pendaftaran menjadi member reguler agar bisa mengajukan pinjaman mini dan pinjaman jumbo dengan kredit limit hingga Rp30 juta.

Kredivo memberikan syarat-syarat yang sangat mudah dipenuhi, diantaranya adalah:

  • Berstatus Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Berusia antara 18 sampai 60 tahun.
  • Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon.
  • Berpenghasilan minimal Rp 3.000.000 per bulan.

Pinjaman dari Kredivo bisa digunakan untuk modal usaha, biaya perbaikan atau renovasi rumah, hingga biaya darurat lain seperti pembelian obat atau biaya pemeriksaan ke rumah sakit. Bunganya 2.95% per bulan dengan pilihan tenor 3 hingga 6 bulan untuk pinjaman mini dan pinjaman jumbo.

Unduh saja aplikasi resminya melalui Google Play Store maupun App Store, kemudian dapatkan kemudahan mendapatkan pinjaman tunai dari Kredivo secara online sekarang juga!

 

Posted in: Tips & Trik

Leave a Comment

IBX5989CA17BA363