Anak Hiperaktif Tidak Selalu Nakal Selama Cara Mendidiknya Benar

Anak Hiperaktif Tidak Selalu Nakal Selama Cara Mendidiknya Benar

Ada kalanya orang tua kelelahan dalam mengasuh anak yang hiperaktif. Banyak tenaga, pikiran, dan waktu yang harus dikorbankan untuk merawat anak hiperaktif. Anak hiperaktif identik dengan anak yang tidak bisa diam bahkan dianggap nakal sehingga jika orang tua lengah sebentar saja mereka sudah berlari kesana kemari. Hal yang dikhawatirkan oleh orang tua adalah ketika ada bahaya tetapi anak tidak memahami. Mengasuh anak hiperaktif memang perlu penanganan khusus. Namun, ada banyak cara mendidik anak hiperaktif yang akan sangat membantu para orang tua sehingga anak tidak akan menjadi anak yang nakal.

Cara Mendidik Anak Hiperaktif di Rumah oleh Orang Tua

Anak hiperaktif merupakan anak dengan kondisi yang menunjukkan ketidakmampuan dalam mengontrol perilaku. Akibatnya anak tidak bisa fokus mengerjakan satu pekerjaan dan beraktivitas lebih banyak dibandingkan anak lain. Kondisi anak hiperaktif lainnya ditunjukkan dengan reaksinya yang diberikan tanpa pikir panjang dan tidak memikirkan dampaknya. Jika tidak dididik dengan baik, perilaku ini akan merugikan diri sendiri dan orang sekitarnya. Agar tidak salah, berikut akan diuraikan mengenai cara mendidik anak hiperaktif agar lebih fokus dan tenang.

  • Membuat peraturan yang mudah dipahami dan diterapkan dengan konsisten

Anak hiperaktif tidak bisa dididik dengan cara yang santai. Orang tua perlu menerapkan beberapa peraturan dalam rumah. Peraturan yang dibuat tidak perlu muluk-muluk. Gunakan bahasa yang mudah untuk dipahami. Orang tua juga wajib mencontohkan kepada anak. Orang tua juga bisa memberlakukan sistem hadiah dan hukuman. Jika anak melakukan sesuatu yang baik, tunjukkan bahwa perilakunya mengarah ke hasil positif dan bisa memberikan dampak yang baik untuknya dan sekitarnya. Begitu juga sebaliknya jika anak melanggar peraturan. Orang tua bisa memberikan konsekuensi dan alasan yang jelas.

  • Membuat rutinitas sederhana

Cara mengatur dan cara mendidik anak hiperaktif pasti berbeda dengan anak lain pada umumnya. Mereka cenderung kebingungan dan cemas apabila tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Anak hiperaktif membutuhkan perintah yang jelas dan terstruktur. Orang tua sebaiknya membuat rutinitas sederhana tetapi terjadwal di dalam rumah. Jadwal yang dibuat bisa dimulai dari bangun pagi sampai waktu tidur lagi termasuk kapan waktu makan, belajar, dan bermain. Dengan rutinitas seperti ini, diharapkan anak akan lebih fokus ketika mengerjakan sesuatu.

  • Menjauhkan dari distraksi

Anak hiperaktif lebih mudah terdistraksi saat mengerjakan sesuatu. Hal ini dapat mengganggu konsentrasi anak dan membuatnya tidak nyaman. Ketika beraktivitas, orang tua harus mengawasi keadaan sekitar. Selain itu orang tua juga sebaiknya mengatur agar kondisi dan suasana di sekitarnya membuat anak nyaman. Cara mendidik anak hiperaktif ini bisa dilakukan dengan menjauhkan anak dari jendela, pintu, atau sumber kebisingan lain.

  • Bersikap sabar

Mendidik anak hiperaktif akan sering membuat orang tua kesal karena sikapnya. Baik senang maupun sedih, anak hiperaktif akan menunjukkan perasaannya secara meledak-ledak. Tidak jarang anak hiperaktif menunjukkan sikap yang dekstruktif. Meski begitu, orang tua jangan sampai emosi. Sabar merupakan cara mendidik yang paling utama. Ketika orang tua ikut membentak atau memberikan hukuman fisik, anak malah akan lebih agresif dan tidak terkendali. Orang tua dapat mengajarkan anak tenang dengan mengajak bernapas pelan-pelan dan memintanya mengatakan keinginannya dengan baik.

Mendidik anak hiperaktif memang tidak mudah. Orang tua bisa menerapkan empat cara mendidik anak hiperaktif tersebut. Dengan menerapkan cara tersebut, anak bisa lebih fokus dan tenang sehingga tidak akan menjadi anak yang nakal.

Posted in: Lifestyle

Leave a Comment

IBX5989CA17BA363